Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng, Nunik Sri Yuningsih mengatakan, sementara ini, kita tidak menerima hasil Pilpres 2009, karena kami mendukung proses hukum di tingkat nasional.
Semarang (ANTARA News) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah mengaku menolak hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 di Jawa Tengah karena ditemukan beberapa kecurangan di beberapa daerah.
"Sementara ini, kita tidak menerima hasil Pilpres 2009, karena kami mendukung proses hukum di tingkat nasional," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng, Nunik Sri Yuningsih, di Semarang, Rabu.
Pada penetapan hasil rekapitulasi perolehan penghitungan suara Pilpres 2009 tingkat Jateng tanggal 20 Juli 2009, saksi pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto tidak hadir.
Nunik mengaku, selain di tingkat provinsi, PDIP Jateng juga menemukan beberapa pelanggaran Pilpres di tingkat kabupaten/kota.
"Ada beberapa kabupaten/kota yang tidak ditandatangani (hasil rekapitulasi suara, red.) karena memang ditemukan pelanggaran," katanya.
Sejumlah pelanggaran yang ditemukan di antaranya berkaitan dengan daftar pemilih tetap (DPT) dan penyusutan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang tidak dibahas bersama pasangan capres-cawapres.
Ditanya apakah pihaknya mendapat instruksi dari tingkat pusat, Nunik mengaku instruski tidak secara formal.
Ia menegaskan, langkah yang dilakukan PDIP bertujuan untuk menghasilkan pemilu yang bermartabat.
"Kami ingin pemilu punya martabat di negara-negara lain. Jika ada yang tidak beres maka harus ada yang memprotes dan diproses secara hukum," katanya.
Menurutnya, langkah yang dilakukan PDIP akan membantu legitimasi proses pemilu di Indonesia.
Nunik menambahkan, seluruh prosedur telah dilakukan berdasarkan mekanisme yang ada. Seluruh hasil Pilpres di tingkat kabupaten/kota dan provinsi termasuk adanya kecurangan dan kekisruhan DPT di lapangan telah dilaporkan ke pusat.
Evaluasi
Terkait evaluasi kinerja kader PDIP pada Pilpres 2009, Nunik mengatakan sebenarnya kinerja kader pada Pilpres 2009 lebih baik dari Pemilu Legislatif (Pileg) 2009.
Hasil Pileg 2009 PDIP memperoleh suara 23 persen dan Gerindra 9 persen. Sementara pada Pilpres 2009 dari target 40 persen suara, tercapai 38,28 persen.
"Hasil Pilpres 2009 terdapat peningkatan signifikan, kalau kalah karena dari sisi jumlah partai pendukung. `Start` Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono lebih besar dengan jumlah koalisi yang lebih banyak," katanya.
Nunik berharap pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dapat mengimbangi Megawati-Prabowo, namun hasilnya jauh dari harapan. "Kami berharap JK-Win bisa mengimbangi kami, tapi justru hasilnya sangat anjlok," katanya.
Di Jateng, pasangan capres-cawapres nomor urut 1, yakni Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto mendapat 6.694.981 (38,28 persen), nomor urut 2 pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono mendapat 9.281.132 (53,06 persen) dan nomor urut 3 pasangan Jusuf Kalla-Wiranto mendapat 1.514.316 (8,66 persen).
Jumlah suara sah sebanyak 17.490.429 dan suara tidak sah 1.200.717 atau 8 persen. Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 26.323.595, pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 28 persen dan 71,01 persen menggunakan hak pilihnya. (*) |